Archive for the ‘Uncategorized’ Category

PLANNING

April 21, 2009

convention-hall

TAMPAK DEPAN

1

2

3

4

Iklan

Pembangunan Convention Hall & Shopping Centre Gereja Toraja

Desember 13, 2008

Selamat datang di webblog Panitia Pembangunan Convention-hall & Shopping Centre Gereja Toraja

PEMBANGUNAN CONVENTION HALL & SHOPPING CENTRE

GEREJA TORAJA

 

LATAR BELAKANG

 

Gereja Toraja melalui sidang sinode Am mengambil keputusan bahwa Sinode Am dilaksnakan secara bergilir di 4 wilayah pelayanan Gereja Toraja yaitu: Wilayah I Luwu’, Wilayah II Rantepao, wilayah III Makale dan Wilayah IV diluar ketiga wilayah pelayanan tersebut. Adapun tujuan keputusan tersebut adalah sebagai berikut:

 

  1. Sebagai pembinaan dan pengkaderan yang tidak langsung, sebab mereka yang terlibat dalam kepanitiaan dan kegiatan akan belajar secara langsung bagaimana mengorganisir dan melaksanakan sebuah even yang besar seperti Sidang Sinode Am yang peserta sampai dengan 1000 orang baik dari dalam maupun luar negeri.
  2. Karena SSA difahami sebagai pesta iman, maka wilayah dan jemaat penghimpun dapat menyatakan partisipasinya sekaligus menikmati imannya.
  3. Sebagai bentuk sosialisasi, sebab secara langsung jemaat dalam wilayah tersebut dapat melihat, mendengar dan menyaksikan secara langsung bagaimana persidangan berlangsung dan proses pengambilan sebuah keputusan, agar dengan demikian semua warga jemaat dapat menghargai hasil keputusan SSA.

 

Pelaksanaan secara bergilir ini telah berlangsung s/d Sinode Am XXII sehingga paling kurang setiap wilayah telah mendapat giliran sebanyak 4 atau 5 kali. Dengan demikian apa itu persidangan Sinode dan bagaimana posisi dari setiap keputusan SSA telah tersosialisasi dengan baik. Selain itu sistim komunikasi yang semakin canggih, telah dapat memperlancar arus informasi dan komunikasi, sehingga apa yang sedang dibicarakan dan proses pengambilan keputusannya dapat diikuti melalui berbagai media.

 

Berbarengan dengan itu, wilayah pelayanan Gereja Toraja semakin berkembang bahkan telah mencapai 12 propinsi saat ini, sehingga keputusan SSA tersebut perlu dievaluasi. Atas dasar beberapa pertimbangan antara lain:

 

  1. Oleh karena setiap persidangan membutuhkan gedung yang cukup memadai, maka sala satu pengeluaran tetap SSA adalah sewa gedung. Uang habis sesuai dengan waktu sewa gedung.
  2. Biaya persidangan Sinode Am bila dilaksanakan di luar Tana Toraja, jauh lebih besar bila dibandingkan apabila dilakssanakan di Tana Toraja.
  3. Merupakan sebuah momentum yang sangat baik dan menarik bagi setiap orang Toraja yang memang sangat rindu untuk mudik ke kampung halaman. Sambil memberi yang  terbaik bagi gereja, maka sementara itu saling melepas rindu dengan keluarga atau menjadi wisatawan domestic.
  4. Oleh karena Sinode Am sebuah kegiatan yang melibatkan banyak orang baik dari dalam maupun luar negeri, maka even ini merupakan bahagian dari partisipasi gereja untuk mempromosikan Toraja sebagai sala satu derah tujuan wisata.
  5. Dilihat sisi ekonomi, uang yang dibelanjakan oleh Panitia dan para peserta, dapat dinikmati oleh pengusaha hotel di Toraja, penjual souvenir, dan bahkan sampai menyentuh para penjual kebutuhan sehari-hari anatara lain sayur, telur, ikan, daging, tomat dll.
  6. Gedung ini selain sebagai icon Gereja Toraja, juga menjadi alat pemersatu dan perekat dari dua kabupaten yaitu Kabupaten Tana Toraja dan Kabupaten Toraja Utara.

 

Selain pertimbangan sebagaimana tersebut di atas, Convention Hall (CH), telah menjadi kebutuhan masyarakat Toraja, gereja-gereja, pemerintah, LSM dll. Sebagai gambaran dapat dikemukakan beberapa data sebagai berikut:

 

  1. Di Tana Toraja terdapat sekurang-kurangnya 20 kali pesta yang memerlukan gedung dengan kapasitas antara 1000 sampai 4000 orang. Orang Toraja di manapun berada selalu rindu untuk kembali ke Toraja termasuk melaksanakan pesta.
  2. Gereja-gereja dapat menggunakan gedung ini sebagai tempat pembinaan, persidangan, KKR dan atau KPI.
  3. Pemerintah dan LSM, sangat tertarik untuk melakukan pertemuan-pertemuan, rapat, diskusi dan seminar di Toraja, tetapi Toraja belum mempunyai gedung yang memadai.
  4. Toraja dengan keindahan dan budayanya menjadi daya tarik untuk para wisatawan, sehingga gedung ini dapat menjadi tempat untuk pentas budaya dan seni.
  5. Penggunaan Convention Hall dan Shopping Centre ini mendukung kegairahan perekonomian masyarakat Toraja sekaligus akan menyerap tenaga kerja yang cukup besar dari pemuda-pemudan Toraja.

 Dengan mengamati pentingnya gedung ini, maka adalah tepat apabila SSA memutuskan bahwa sidang Sinode Am dilaksanakan secara tetap di Toraja, sekaligus menugaskan Badan pekerja Majelis Sinode membangun Convention Hall.

 

Menindaklanjuti kepusan tersebut di atas,  maka setelah mengamati, mengevaluasi dan menstudi secara mendalam, Rapat Kerja Gereja Toraja yang ke VIII menerima dan menyetujui bahwa CH akan dibangun di tempat Asrama Elim sekarang ini. Bangunan ini direncanakan berlantai tiga dengan target: Lantai I untuk perkantoran dan Asrama, lantai II untuk Supermarket atau Mall dan Lantai III untuk CH dengan daya tampung 1000 sampai dengan 4000 orang.

 

 

 

 

Mari bersama mewujudkan harapan ini untuk kemajuan masyarakat Toraja

demi kemuliaan nama Tuhan.

Ketua Panitia : J.A. SITURU’, SH